Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Dimas
● online
Dimas
● online
Halo, perkenalkan saya Dimas
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Sejarah » Kompas “Kisah Para Preanger Planters”
click image to preview activate zoom

Kompas “Kisah Para Preanger Planters”

Rp 47.000
Stok Tersedia (9)
Kategori Sejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! FAST ORDER
Bagikan ke

Kompas “Kisah Para Preanger Planters”

  • Penerbit : Penerbit Buku Kompas
  • Penulis : Her Suganda
  • ISBN : 978-979-709-826-1
  • Deskripsi Fisik : 180 Halaman
  • Cover : S0ft
  • Tahun Penerbitan : 2014

 

Kompas “Kisah Para Preanger Planters”


Kegigihan Van der Hucht berhasil melahirkan pengusaha pengusaha perkebunan teh di Priangan yang berasal dari satu keluarga besar The Hunderian. Mereka itu adalah keluarga-keluarga Kerkhoven, Holle, dan Bosscha, yang semuanya bertali temali karena ikatan darah,

Mereka adalah keluarga-keluarga kaya-raya yang muncul setelah pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan liberalisasi ekonomi. Diberlakukannya Undang-Undang Agraria pada 1870, yang mengubah Priangan menjadi daerah tambang “emas hijau”, melahirkan keluarga-keluarga konglomerat pengusaha perkebunan teh yang kemudian dikenal sebagai Preanger planters.

Tak dapat dipungkiri, kaum elite pengusaha perkebunan memiliki andil besar pada pesatnya perkembangan kota Bandung, sampai kota itu dijuluki “Parijs van Java”. Namun, kenapa kehadiran mereka justru berpengaruh buruk pada kehidupan kaum pribumi? Kenapa masyarakat Priangan mengalami kemandekan ekonomi justru setelah berkembangnya perusahaan perusahaan perkebunan besar di daerah mereka?

Her Suganda mengupas pula soal interaksi yang tidak sepadan dan hubung an pelik antara kaum pendatang kulit putih dan penduduk pribumi, termasuk dalam hubungan “per-nyai-an” antara laki-laki kulit putih dan perempuan pribumi. Persoalan menjadi lebih rumit ketika dari hubungan itu lahir anak Indo” berhidung mancung, berkulit putih, dan bermata biru, tetapi bernasib sama dengan sang ibu: Tak memiliki masa depan yang jelas..

∗∗∗

Her Suganda menjadi wartawan di Jakarta sejak 1965. Antara 1975-2002 bergabung dengan harian Kompas. Kini ia mengelola Forum Wartawan dan Penulis Jawa Barat (FWP-JB) dan Anggota Tim Perkembangan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya (TCB) Kota Bandung Telah menulis sejumlah buku lain, termasuk Mencari Sejarah Sunda 1 dan 2. Robohnya Lumbung Kami-Kasus, Petani Kabupaten Karawang dan Jejak Soekarno di Bandung.

Tags: , ,

Kompas “Kisah Para Preanger Planters”

Berat 183 gram
Kondisi Baru
Dilihat 556 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: