Beranda » Cerita Pendek » Kompas “Dari Salawat Dedaunan Sampai Kunang-Kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan Kompas”
click image to preview activate zoom
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! FAST ORDER
Bagikan ke

Kompas “Dari Salawat Dedaunan Sampai Kunang-Kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan Kompas”

  • Penerbit: Penerbit Buku Kompas
  • Penulis: Agus Noor, Andrei Aksana, Avianti Armand, Bakdi Soemanto, Damhuri Muhammad, Dewi Ria Utari, Doni Jaya, Eko Triono, Gde Aryantha Soethama , GM Sudarta, Guntur Alam, Gus tf Sakai , Lie Charlie Mashdar Zainal, Sanie B Kuncoro, Seno Gumira Ajidarma, Sori Siregar Sungging Raga, Toni Lesmana Triyanto Triwikromo, Yanusa Nugroho
  • ISBN: 978-979-709-651-9
  • Deskripsi Fisik: 214 Halaman
  • Cover: Soft
  • Tahun Penerbitan: 2012

 

Kompas “Dari Salawat Dedaunan Sampai Kunang-Kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan Kompas”


Dalam sekali pukul pembacaan, kita akan menemukan sedikit ciri yang menandai sebagian besar cerpen (di buku ini). Pertama adalah pilihan bentuk dan gaya, atau cara penceritaan yang secara dominan dipenuhi oleh kecenderungan yang mistik, lalu mengarahkan cerita pada simpulan atau akhir yang supranatural dan surealistik. Tak kurang dari 50 persen (11 cerpen) yang memiliki kecenderungan semacam ini, mulai dari “Wiro Seledri” karya GM Sudarta, “Biografi Kunang-kunang” (Sungging Raga), “Burung Api Siti” (Triyanto Triwikromo), hingga “Malam di Kota Merah” (Toni Lesmana), “Batas Tidur” (Gde Aryantha Soethama). Dua cerpen yang terpilih sebagai “terbaik” pun -“Salawat Dedaunan” (Yanusa Nugro ho) dan “Kunang-kunang di Langit Jakarta” (Agus Noor)-memiliki sub-genre yang sama.

Dalam kumpulan ini, ketujuh cerpen terpilih tetap dalam tegangan itu, saat mereka menjumput kembali khazanah cerita lokal, hingga logika, mitologi, dan mistisisme lokalnya. Katakanlah karya karya mulai dari “Orang-orang Larenjang” (Damhuri Muhammad), “Pakiah dari Pariangan” (Gus tf Sakai), “Mar Beranak di Limas Isa” (Guntur Alam), “Ikan Kaleng” (Eko Triono), dan lainnya.

Cerpen Salawat Dedaunan dibungkus dalam alur sederhana dan bahasa yang mudah diikuti, tetapi memancing imajinasi yang tinggi. Kemuraman religiusitas masyarakat disikapi dengan cara cara yang amat “nglakoni”. Berbuat adalah cara paling baik untuk mendorong sebuah perubahan sikap. Kendati perubahan sikap masyarakat kemudian terjadi karena alasan berbeda, tetapi do rongan untuk berubah itu dipicu oleh tindakan tak kenal menyerah. Kunang-kunang di Langit Jakarta, mengunyah simbolisasi itu men jadi jiwa-jiwa yang melayang di setiap gedung, yang dulu menjadi situs pemerkosaan serta kemalangan yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, Cerpen ini melukiskan realitas tragedi dengan cara-cara yang romantik, tetapi menggugah.

 

Tags: , ,

Kompas “Dari Salawat Dedaunan Sampai Kunang-Kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan Kompas”

Berat 221 gram
Kondisi Baru
Dilihat 971 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: