Beranda » Biografi » Kompas “Bumi Tuhan: Orang Buangan di Pyongyang, Moskwa dan Paris (1960-2013)”
click image to preview activate zoom
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! FAST ORDER
Bagikan ke

Kompas “Bumi Tuhan: Orang Buangan di Pyongyang, Moskwa dan Paris (1960-2013)”

  • Penerbit : Penerbit Buku Kompas
  • Penulis : Waloejo Sedjati
  • ISBN : 978-979-709-774-5
  • Deskripsi Fisik : 349 Halaman
  • Cover : Soft
  • Tahun Penerbitan : 2013

 

Kompas “Bumi Tuhan: Orang Buangan di Pyongyang, Moskwa dan Paris (1960-2013)”


Kisah Tragis anak bangsa yang terhalang pulang ke Tanah Air pasca Tragedi Nasional 1965. Sepanjang hayat mengembara di negeri orang, dari Korea Utara, Uni Soviet, hingga Perancis

Menyusul peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 Indonesia memasuki era totalitarianisme, setelah direbutnya secara bertahap kekuasaan Presiden Sukarno oleh Mayor Jenderal Soeharto. Peristiwa G30S dijadikan alasan Soeharto dan rezim militer Orde Barunya untuk “membasmi semua orang yang diduga terkait Partai Komunis Indonesia (PKI), partai yang dianggap bertanggung jawab atas penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal angkatan darat pada malam di penghujung September dan awal Oktober 1965 itu.

Pada masa itu, Waloejo Sedjati hanya seorang mahasiswa kiriman pemerintah yang sedang belajar kedokteran di Pyongyang, Korea Utara. Namun, peristiwa G30S mengubah total jalan hidupnya. Pemerintah Orde Baru mencabut paspornya dan membuatnya tak bisa pulang ke Tanah Air. Sejak itu Waloejo hidup mengembara di luar negeri selama lebih dari 50 tahun. Setelah bertahan selama 10 tahun di Korea Utara, la pindah ke Uni Soviet dan menetap di sana selama 12 tahun. Dalam 31 tahun terakhir, Waloejo tinggal di Paris, Prancis, sampai ia meninggal dunia pada 13 September 2013.

Buku yang mengungkap salah satu sisi kemanusiaan di masa pergolakan dan perubahan politik di Indonesia pada 1965 dan tahun-tahun setelahnya. Kisah tragis seorang anak bangsa yang tersia-sia dan terbuang di negeri orang.

∗∗∗

WALOEJO SEDJATI (alm.) lahir 27 Juli 1935 di Desa Legokkalong, Pekalongan, Jawa Tengah, anak pertama dari lima bersaudara. Menamatkan SD di Karanganyar SMP-SMA di Pekalongan. Sempat kuliah di Fakultas Kedokteran Umum Gadjah Masa (1956) tidak tamat, mendapat beasiswa belajar kedokteran di luar negeri (1960). Menamatkan kuliah Kedokteran Umum dan Spesialis Bedah di Pyongyang, Korea Utara (1960-1970) pindah ke Moskwa, bekerja dan melakukan riset di bidang Micro Vascular Surgery (1970-1980) memperoleh gelar Ph.D. Tahun 1982 pindah ke Paris dan bekerja hingga pensiun (2003).

Tags: ,

Kompas “Bumi Tuhan: Orang Buangan di Pyongyang, Moskwa dan Paris (1960-2013)”

Berat 396 gram
Kondisi Baru
Dilihat 371 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: