Beranda » Hukum » Kompas “Kontroversi Hukuman Mati: Perbedaan Pendapat Hakim Konstitusi”
click image to preview activate zoom
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! FAST ORDER
Bagikan ke

Kompas “Kontroversi Hukuman Mati: Perbedaan Pendapat Hakim Konstitusi”

  • Penerbit : Penerbit Buku Kompas
  • Penulis : Todung Mulya Lubis , Alexander Lay
  • ISBN : 978-979-709-401-0
  • Deskripsi Fisik : 456 Halaman
  • Cover : Soft
  • Tahun Penerbitan : 2006

 

Kompas “Kontroversi Hukuman Mati: Perbedaan Pendapat Hakim Konstitusi”


Kontroversi hukuman mati hingga kini masih terus diperdebatkan. Pro dan kontra di antara para pakar terus berlanjut. Benarkah hukuman mati bertentangan dengan “hak untuk hidup” sebagaimana dijamin oleh UUD 1945?

Apakah hukuman mati hanya dapat diterapkan untuk the most serious crimes? Bagaimana Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB dan ICCPR melihat kontroversi tersebut?

Buku ini sangat menarik karena selain memaparkan pandangan, analisis, tinjauan kritis para pakar dalam negeri dan luar negeri, juga membahas pandangan para hakim konstitusi mengenai pidana mati. Pendapat dan argumentasi para pakar dan hakim konstitusi tersebut merupakan sumbangan intelektual yang berharga dalam mempertajam pemahaman kita tentang hukuman mati.

Buku ini sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang menggeluti bidang hukum. Termasuk kalangan awam sekalipun yang tertarik memahami kontroversi hukuman mati.

∗∗∗

TODUNG MULYA LUBIS, lahir di Muara Botung, 4 Juli 1949. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia 1969-1974 Kemudian tahun 1977-1978 melanjutkan ke Law School University of California, Berkeley, Amerika Serikat, dengan gelar LLM. Menjadi Visiting Scholar pada Law School University of California, Berkeley, Amerika Serikat 1978-1979. Melanjutkan lagi ke Harvard Law School, Cambridge, Massachussets, Amerika Serikat, gelar LL.M 1987-1988 .Kemudian mengambil gelar Ph. D. di Law School University of California, Berkeley, Amerika Serikat 1988-1990

ALEXANDER LAY, lahir dan besar di Ende. Flores, menyelesaikan pendidikan di TB tahun 1997 Tahun 1997 kuliah kembali di Fakultas Hukum Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum dan lulus tahun 2003. Kemudian tahun 2005 memperoleh beasiswa Australian Development Scholars (ADS) dan Australian Aid (Ausaid) untuk melanjutkan studinya di University of Sydney dan setahun kemudian memperoleh gelar Master of Laws (LL.M). Sejak tahun 2006 Alexander bergabung dengan kantor Him Lubis, Santosa Maulana pada divil Litigasi dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Sekarang Alexander tercatat sebagai anggota Persatuan Advokat Indonesia Peradi (Peradi), Indonesian Institute for Conflict Transformation CT), dan Transparency International Indonesia (T-Indonesia), Alexander Juga merupakan Direktur Indonesian Legal Roundtable (ILR)

Tags: , ,

Kompas “Kontroversi Hukuman Mati: Perbedaan Pendapat Hakim Konstitusi”

Berat 498` gram
Kondisi Baru
Dilihat 215 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: